Pendidikan · Rumah Belajar

Belajar Adab 1 : Etika Bertamu

Hari ini aku mencoba mengajari anak-anak soal etika bertamu. Sebelum masuk materi, ku berikan story telling sebagai sarana penyampaian pesan. Tabarakallah berhasil. Mereka bisa diam mendengarkan dan antusias mengikuti apa yang ku ajarkan.

Dari hasil belajar, ku sadari bahwa sebagian besar anak kurang mengerti etika bertamu. Mereka kaget waktu ku bilang jangan masuk sebelum disuruh masuk, atau jangan duduk sebelum disuruh duduk oleh penghuni rumah.

Mereka pikir, kalau sudah dibukakan pintu, maka bebas bisa apa saja di dalam rumah. Termasuk duduk dan membuka toples sajian. Lalu ada pertanyaan “Kalau di rumah saudara, kita bebas ngapain aja kan? Bisa langsung masuk tanpa ngucap salam?”

“Ya gak gitu. Salam itu doa. Kalau kita bilang assalamu’alaikum, itu artinya kita doa buat diri sendiri dan penghuni rumah. Masih inget gak, kalau kita dari luar, kadang ada setan yang ikut. Nah, salam itu kita ucapkan biar setan gak bisa masuk rumah.”

“Aku biasa masuk rumah saudara tanpa bilang apa-apa Bu. Tapi gak pernah dimarahin.”

“Ya mungkin karena saudara kamu belum tau manfaat salam. Mulai sekarang, kalau mau main pun biasakan minta ijin dan bilang salam biar orangtua di rumah tenang”

Selain etika mengetuk pintu, mengucap salam, duduk dan makan, ku juga ajarkan anak-anak sedikit tentang boso kromo. Maklum, karena di sini masih bumi Jawa, ada kalanya orangtua pasti bertanya apa tujuan datang ke rumah.

“Usahakan jawab pake kromo. Kalau gak tau, sedikit aja kromonya. Dan jangan pernah panggil orangtua temen kita dengan panggilan ‘mbak’. Panggil saja ‘bu’. Soalnya bu epik sering dengar anak-anak ditanya orang yang lebih tua, pakainya sapaan mbak. Itu kurang sopan ya.”

Lalu, materi berbasis cerita yang ku berikan kurang lebih 15 menit itu berakhir dengan praktek. Alhamdulillah, semua mendengarkan dengan baik, jadi prakteknya sukses semua. Sesi belajar kami tutup dengan pembacaan ayat kursi yang diiringi adzan Isya setelahnya 😊

Semoga ku juga konsisten bisa mengajarkan hal baik yang diriku sendiri sudah menerapkannya. Agar tak hipokrit tentunya 😄

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s