Ceritaku · Pengalaman

Mitoni : The End

Tabarakallah, acara mitoni selesai sudah. Banyak tetangga, saudara, dan rekan kerja suami yang hadir. Turut pula teman-temanku datang ikut memeriahkan acara slametan alias syukuran berbasis hajatan kecil ini.

Tak bisa dipungkiri, dana yang dikeluarkan cukup besar. Jauh berbeda dari rencana awal yang hanya mau mengundang ibu-ibu pengajian, bagi berkat + rujak yang sudah diplastiki. Tetapi, karena ada banyak kepala yang turut memberi masukan, jadilah acara ala orang kampung.

Yang menggembirakan, banyak orang suka dengan rasa rujaknya. Teman kerja suami, tetangga, dan tamu yang hadir semuanya bilang enak. Alhamdulillah!

Ku ucapkan banyak terima kasih kepada tim masak dan bantu-bantu yang super.

Mbak Lasih, bulekku yang mengatur hampir 80% pembelian kebutuhan, mengajak orang-orang untuk membantu alias rewang, pokoknya jadi mandor acara.

Mbak Ninis yang mau direpoti belanja bareng Mbak Lasih, wira-wiri ke pasar, dan mengatur belanjaan.

Mae Kis yang mau menunggui dan bantu-bantu repot di dapur sejak Sabtu pagi serta memberi pencerahan padaku tentang asas kepatutan.

Bu Suminah, Dhe Mini, Alvi, Lik Win, Lik Eni, Lik Raini, dan Mak Ti yang jadi tim dapur super sibuk selama dua hari sejak Jumat pagi hingga Sabtu sore. Terima kasih karena mau repot datang subuh untuk menyiapkan rujak dan memasak.

Rujaknya enak, gudegnya Bu Suminah mantab, dan yang menggembirakan, semua lauk, sayur, kolak, rujak, habis. Top! Bahkan suguhan palawija dan nasi ambengan di tampah pun ludes tak bersisa. Orang-orang memang tak makan di tempat, tetapi mereka membawa pulang karena sebelum ngaji di tempatku, mereka sudah makan di acara satunya lagi yang diselenggarakan hari itu juga.

Yang menarik, orang-orang di dapur mencoba menebak jenis kelamin anakku dengan cara melempar irig, perkakas dapur dari anyaman bambu. Dan… Dalam lima kali lemparan, hasilnya lima kali pula perempuan. Semua tertawa. Aku pun hanya senyum, karena hasil usg saja kadang bisa beda 😄

Paling suka kalau bikin acara, tapi sisa bahannya cuma sedikit. Hanya cabe dan bawang saja, itupun tak banyak. Sedangkan gula dan mie masih ada beberapa kilo dan dus, itu bisa dibagi atau jual kembali.

Untuk 300 porsi rujak kemarin, menghabiskan bahan-bahan sebagai berikut :

Gula jawa 20 kilo

Mbawang alias bacang 60 buah

Nanas 35 buah

Bengkoang 5 kilo

Parijoto 1 kilo

Delima 6 buah

Jeruk bali 10 buah

Tambahan lain :

Gula pasir 100 kilo

Mie 20 karton

Tak lupa ku ucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah hadir. Semoga Allah memberkahi kalian semua.

Sekarang ku mau fokus pada persiapan persalinan. Beli baju dan perlengkapan bayi lainnya, serta lebih serius dalam perbaikan gizi agar tidak letoy pasca lahiran 😂 soalnya selama ini makannya mulai tidak teratur. Malas makan sayur dan lebih sering beli lauk matang. Duh!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s