Tips

Pro Kontra Promosi Jualan Lewat Japri (Whatsapp/Inbox/DM)

Di era digital ini, ada banyak cara memasarkan barang. Salah satu tips yang biasa digembar-gemborkan marketer yang naik level jadi master adalah promosi lewat japri. Entah itu whatsapp, inbox, ataupun DM.

Tak bisa dipungkiri, cara ini ada baiknya, tapi ada juga buruknya. Dulu, tiap kali ada teman menawari barang pasti ku beli. Lama-lama jengah juga. Seringnya ku cuekin, bahkan langsung delete message tanpa membacanya. Biarlah, kalau temanku itu jadi baper.

Seharusnya, setiap penjual juga memahami psikologi masing-masing calon konsumennya. Bagi yang pernah belajar kewirausahaan atau membaca buku-buku teorinya, pasti akan menemukan bahwa ada beberapa tipe konsumen, antara lain :

1. Maunya ditawari. Tipe ini tak akan membeli kalau tidak kita sodori barangnya. Jadi, meskipun tiap hari kita menjual sana-sini, mereka akan bergeming dengan alasan “Aku gak ditawari kok, ya gak mau beli.”

2. Tidak suka ditawari. Tipe ini cocok untukku. Aku tipikal orang yang tak pernah membeli barang karena penawaran. Biasanya hanya rasa tidak enak saja pada penjualnya, misalnya karena kenal. Tapi untuk repeat order, sudah dipastikan tak akan pernah terjadi. Yang penting sekali saja aku beli, untuk menyenangkannya.

3. Tipe yang selalu mau ditemani. Calon konsumen ini biasanya belum punya keputusan mau membeli. Kitalah yang mengarahkan mereka harus beli barang mana. Kalau kita pintar, mereka bisa memborong produk kita. Sebaliknya, kalau kita bersikap tidak memuaskan, mereka pun akan melenggang.

4. Tipe yang tau segalanya. Untuk yang terakhir ini, calon konsumen sudah tau mengenai barang yang akan dibelinya. Contohnya dia hanya mau popok celana merk Fluffy. Ketika ditawari Mamamia atau merk lainnya, bahkan dengan promosi gratis coba pun, dia berkilah “Anak saya cuma cocok pake Fluffy. Kalo diganti lainnya langsung iritasi.” Nah, untuk yang tipe begini kita hanya bisa melihat stok. Ada barang terjadi penjualan, kalau tak ada ya berarti harus rela calon konsumen tersebut pergi.

Demikian. Jadi, tak melulu menjual itu asal punya banyak kontak di hape, lalu kita japri satu per satu. Apalagi dapat nomornya cuma dari grup. Mereka belum kenal kita. Siapa elo pake nawarin barang ke gue?

Sebelumnya, ku minta maaf pada teman-teman yang sering kirim pesan promo tapi ku cuekin. Sungguh, aku ini paling malas ditawari barang. Pernah ada yang kesal padaku karena aku keukeuh tidak membeli di saat ibu-ibu lainnya tergoda untuk beli. Padahal aku sudah ditawari diskon hingga program nyicil. Tapi karena ku pikir tak butuh barangnya, jadi tak ku beli.

Jika jualan online, lebih baik kalian upload atau update saja di sosmed lengkap dengan deskripsi dan harga, kalau suatu saat aku butuh, aku pasti menghubungi.

Semoga bermanfaat ya. Ingat, tak semua orang suka saat hapenya berbunyi ternyata yang masuk cuma pesan promosi jualan. Berhubung aku orangnya tak enakan nolak, lebih baik aku tak berinteraksi atau membalas pesan daripada membeli barang yang jelas-jelas tidak ku butuhkan 😄

Advertisements

2 thoughts on “Pro Kontra Promosi Jualan Lewat Japri (Whatsapp/Inbox/DM)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s