Pengalaman · Tips

Perempuan Sibuk Susah Hamil?

Diantara beberapa jenis perempuan, dalam hal hamil aku yakin ada dua jenis. Pertama bisa hamil meski sibuk bekerja dan kedua baru bisa mendapat dua garis merah setelah mengurangi kesibukan. Aku adalah tipe kedua.

Sebetulnya ketika mendiskusikan hal ini dengan kawan lain, ada yang menyangkal “Alah, aku capek tetep bisa hamil kok.” Iya, oleh sebab itu ku bilang kondisi tiap orang berbeda.

Aku sendiri bisa menyimpulkan demikian mengingat kehamilan pertama dan keduaku. Di awal pernikahan, aku sering melakukan perjalanan jauh ke luar kota. Bahkan dalam seminggu bisa empat kali. Mulai dari kegiatan jalan-jalan, wisata kuliner, dan juga mencari pekerjaan karena aku dan suami menganggur.

Di akhir Agustus, kami memutuskan kembali ke Batang setelah lelah mencoba mencari pekerjaan di luar kota. Saat itulah aku mulai merasa malas bepergian. Bahkan diajak ke Batang kota yang hanya berjarak setengah jam pun aku enggan. Aku lebih suka di rumah. Dan saat itu qadarullah buah-buahan di rumah bapak mertua juga melimpah. Pisang, pepaya, nangka, semuanya panen. Bulan Oktober, aku telat haid dan mendapat dua garis merah saat melakukan tes.

Kejadian berikutnya, aku mengurangi jam ngajar dari yang semula 7 jam sehari selama 5 hari dalam seminggu menjadi hanya 2-3 jam saja. Waktunya pun hanya empat hari. Aku meminta tolong pada sepupuku agar bisa membantu mengajar anak-anak. Hal ini ku lakukan karena selama semester ganjil (Juli-Desember 2017) aku sering sakit-sakitan. Dari 7 hari dalam seminggu, aku hanya punya waktu sehat selama empat hari. Sisanya pasti demam.

Aku sadar bahwa tubuhku kecapean. Terlalu lama aku mengajar. Ditambah anak-anak yang selalu ingin mengajakku bermain. Oleh sebab itu, aku mengambil inisiatif mengajak partner agar tubuhku tidak kelelahan. Hanya dalam waktu dua bulan, tabarakallah diriku hamil.

Jika pada kehamilan pertama kondisinya sedang berlimpah buah-buahan dari kebun bapak mertua, maka kehamilan keduaku turut didukung dengan pola makan food combining yang ku lakukan. Aku lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayur dengan sedikit nasi. Tentunya dengan ijin Allah, kondisi tubuhku membaik. Wajahku mulai cerah dan rahimku ikut sehat. Haid yang tadinya tidak teratur setelah minum obat dari dokter pun menjadi rutin keluar tiap bulan.

Aku juga melakukan jalan kaki tiap pagi dan sore. Sebab aku sadar bahwa aku ingin sehat. Kalau tubuh sudah sehat, maka rahim otomatis akan subur.

Begitulah, bagi yang memiliki fisik mudah lelah, mungkin bisa dicoba dengan mengurangi aktivitas sebagai ikhtiar mendapatkan keturunan. Sambil terus berdoa tentunya. Semoga berhasil 😊

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s