Pengalaman · Tips

Tips Mengatasi Keracunan Makanan

Dua kali hamil, dua kali pula aku keracunan makanan. Yang pertama menyantap hidangan malam. Terbangun pukul tiga pagi, dimulai dengan buang air tiada henti disertai muntah-muntah. Berhubung tak tau kalau keracunan, akhirnya hanya minum teh pahit dan madu. Alhamdulillah menjelang siang agak baikan, walau badan luar biasa lemas.

Kirim-kirim kabar ke teman, didapatlah berita bahwa yang mengalami hal serupa bukan hanya aku. Beberapa orang yang malam itu memakan hidangan yang sama ikut muntaber. Kami jadi yakin bahwa itu keracunan kentang. Aku bahkan sampai trauma melihat sambal goreng panganan umbi-umbian itu. Takut.

Hari ini, aku mengalami hal serupa. Siang tadi, aku merasa meriang. Badanku hangat, ingin muntah tetapi tak bisa. Akhirnya aku coba minum madu dan keluarlah semua makanan yang ku konsumsi. Sayangnya tak hanya sekali saja, melainkan berkali-kali aku memuntahkan makanan hingga badanku terasa lemas.

Yakin bahwa diriku keracunan, aku meminta adikku membeli susu beruang (pasti tau kan, mereknya?) Ku sebut saja ya. Bear Brand. Sebetulnya mau ku suruh beli air kelapa ijo, tetapi daripada repot carinya lebih baik pakai susu beruang saja.

Menjelang Isya tadi ku minum, alhamdulillah sekarang mualku berkurang dan hilang rasa pusing yang sedari tadi menyapa. Aku sudah bilang pada anak-anak bahwa hari ini kurang fit, tetapi mereka enggan pulang cepat. Mau tak mau, aku menemani mereka hingga mendekati Isya.

Dan… Alhamdulillah. Saat ini tubuhku hanya lemas sedikit. Mungkin karena aku terlalu banyak mengeluarkan cairan dan makanan, sehingga tak ada energi yang tersimpan. Sebelumnya, saat skripsi aku juga pernah keracunan makanan. Tapi karena merasa hanya punya diri sendiri, tak ada anak yang dikandung, aku santai. Hari ini pun alhamdulillah diberi ketenangan, sehingga aku menghadapi jungkir balik penderitaan ini dengan biasa saja. Tak ada kepanikan πŸ˜„

Jadi, kalau ada bumil dan bunda yang mengalami kondisi serupa, jangan panik ya. Cari Bear Brand atau air kelapa ijo dulu πŸ˜„

*tulisan ini bukan iklan atau endorsement. Murni berbagi pengalaman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s