haram · islam · Pendidikan · Rumah Tangga · Seksologi · Tips

Seksologi Suami Istri : Oral Seks dalam Islam, Bolehkah?

Oral sex adalah salah satu kegiatan yang bagi sebagian pasangan merupakan hal yang menyenangkan dalam berhubungan suami istri. Namun, ada pula yang merasa jijik dan tak mau mencobanya. Sebagian lagi bahkan tak pernah terpikirkan. Mendengarnya pun baru sekarang. Beberapa hari yang lalu, aku membaca artikel yang menyatakan bahwa oral sex menyebabkan banyak penyakit, termasuk kanker mulut. Penelitian itu berdasarkan hasil survei di Inggris dan dinyatakan bahwa hanya yang sering bergonta-ganti pasangan saja yang memiliki resiko penyakit berbahaya melalui oral sex.

Jadi, aman dong untuk kita yang cuma punya satu pasangan?

Tunggu dulu. Dalam islam, berbagai hal sudah diatur agar kita sesuai koridor yang benar. Termasuk hubungan suami istri (lain kali akan ku singkat HB) atau jima’. Jujur, karena aku sendiri penasaran bagaimana hukumnya, akhirnya aku mencari tau lewat ceramah-ceramah di youtube. Eh, kok nyarinya lewat internet sih? Yakaleee suruh nanya langsung ke ustad. Pasti malu dong. Lagipula mereka yang ceramah kan manusia asli. Punya ilmu. Jadi ya kenapa enggak kita cari jawaban lewat cara aman (tanpa mempermalukan diri di hadapan ustad?)

Aku mencari jawaban dari ustad NU dan salafi. Biar mantab. Biasanya kadang ada perbedaan pendapat. Tapi alhamdulillah, untuk urusan oral sex ini ada jawaban yang sama. Apa tuh?

Jeng jeng jeng…

Sebelum tau jawabannya, kita bahas dulu tentang air madzi dan mani. Sebab ketika melakukan HB, baik dalam masa foreplay hingga intercourse, kedua cairan itu pasti ada. Madzi adalah air yang keluar sebelum ejakulasi atau orgasme. Sifatnya najis. Sedangkan mani atau sperma adalah air yang keluar saat kita mencapai klimaks/puncak kenikmatan. Sifatnya tidak najis. Nah, yang dikhawatirkan dari kegiatan oral sex ini adalah tertelannya madzi. Padahal sifatnya najis, sehingga ada ulama yang melarang kegiatan seks oral.

Sedangkan ulama yang membolehkan, menganggap bahwa semua kegiatan suami istri dalam seks itu diperbolehkan selama menjauhi dua hal : berhubungan saat haid/nifas dan memasukkan kelamin lewat lubang dubur. Jadi, ulama yang membolehkan menganggap bahwa oral sex di luar kategori kegiatan terlarang.

Adapun kalau memang mau melakukannya, disarankan tidak menelan madzi. Jadi cukup jilat saja, jangan menelan air liur kita seusai melakukan kegiatan blowjob tadi. Karena mulut adalah organ yang kita pakai untuk mengagungkan asma Allah. Jadi, jangan dikotori dengan hal-hal najis seperti madzi.

Bagaimana dengan sperma? Amankah ditelan?

Secara medis, sperma aman ditelan. Hukumnya pun tidak najis. Tapi jangan lupa, sebelum mani atau sperma keluar, akan ada madzi yang mengiringi. Oleh sebab itu, baiknya kita hindari saja kegiatan ini. Kalau suami memaksa ingin ditelan maninya, coba jelaskan baik-baik alasannya agar HB yang kita lakukan menjadi berkah.

Semoga bermanfaat. Jangan lupa setelah membaca tulisan ini, segera kroscek sendiri ke para sumber ilmu. Biar afdol. Karena diriku hanyalah pemungut serpihan-serpihan ilmu di alam-Nya yang terbentang luas ini 😄

Note : tulisan ini hanya untuk suami istri halal dan sah. Kalau bukan suami istri, mau hubungan apapun dan pakai gaya gimanapun ya hukumnya jelas HARAM.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s