Ceritaku · haram · islam · Pengalaman · Tips

Pesona Cewek Jombo : Memikat Berondong hingga Om-Om

Belum lama ini aku melihat curhatan murid yang pernah ku ajar di SMK. Nampaknya, dia baru saja putus setelah sekian tahun menjalin hubungan dan meminta tips move on serta tips anti galau setelah putus. Ku katakan padanya, usahlah sedih. Sebab kesendirian kita justru akan menjadi magnet kuat yang menarik para lelaki.

Aku mengatakan itu bukan atas dasar apa-apa. Dulu aku juga pernah menjalin hubungan sekian tahun dan berakhir dengan pengkhianatan oleh pihak lelaki. Tetapi setelah itu, ada banyak lawan jenis yang mendekat. Aku sendiri sampai terkejut. Biasanya aku seolah menjadi monopoli satu orang, namun setelah menyandang gelar jomblo, aku bagaikan lampu pijar yang dikerubungi laron 😂.

Aku tak akan menceritakan detail siapa saja yang mendekatiku. Intinya, banyak sekali. Bahkan mantan-mantan pun berdatangan kembali menyapa. Usia mereka beragam. Ada yang lebih tua dariku, sebaya, bahkan brondong. Mulai dari duda hingga perjaka, bahkan yang jelas-jelas telah terikat pun ikut mendekat. Aku agak terkejut. Kenapa aku sampai begitu bodoh menemani satu orang, padahal aku begitu laris? Namun, alhamdulillah saat itu akalku masih waras. Bisa saja itu ujian dari Allah atas komitmen hijrahku untuk memilih menikah tanpa maksiat lagi.

Sebetulnya mereka menawarkan hubungan yang dalam denganku. Tapi, aku sudah tidak tertarik lagi berpacaran. Inilah manusia. Sudah Allah peringatkan jangan pacaran, tapi dilanggar. Giliran sudah disakiti, kecewa, barulah tobat dan menyesal. Sungguh tidak tau dirinya aku ini.

Selama masa menyendiri, aku merasa dunia seolah bersinar cerah. Aku bisa menggapai apapun. Bahkan sebetulnya kalau aku mau nakal, aku bisa saja bergonta-ganti pasangan sesuka hati. Aku sangat depresi dan butuh pengganti. Tapi tidak. Aku memilih menjaga diri dan hati. Pernah aku taaruf, lawan taarufnya sampai frustasi karena aku menolak membalas pesan-pesan tidak pentingnya. Kalau bukan tentang pernikahan, aku tak mau membalas pesanmu.

Qadarullah, kami tidak berjodoh. Lelaki yang usianya terpaut 6 tahun lebih muda dariku itu ku putuskan baik-baik ikatan taarufnya setelah aku tau dia ‘bermasalah’. Setelah itu, aku kembali menjalani masa jomblo. Tak lama, hadirlah lelaki yang kini jadi suamiku. Hanya kurang dari sebulan lamanya.

Sebetulnya kami satu rekan kerja. Tetapi, aku belum pernah sekalipun bertemu dengannya. Hampir empat bulan kerja, aku hanya mendengar suaranya lewat handie talkie pabrik. Sejak dia menyatakan mau menikahiku, sejak itulah aku mengikat diriku pada sumpah setia dan ingin menjadi istri soleha. Walau pada kenyataannya, sampai saat ini aku masih harus banyak belajar.

Sebab menjadi istri soleha itu susah. Jauh lebih mudah menjadi perempuan ahli ibadah. (Skip, nanti kepanjangan 😄)

Jadi, jangan pernah mencampakkan diri sendiri dalam sebuah hubungan yang rapuh. Kalau tak bisa diajak nikah, tinggalkan saja. Kalau dia selingkuh, berubah, dan mulai berulah, jangan ragu untuk melenggang. Rasakan dunia yang lebih cemerlang dari sebelumnya. Memang awalnya penuh sesak dan sakit, biasa menjalani hari bersama namun kemudian hanya sepi yang dirasa. Tapi percayalah, Allah akan mengirimkan pemuda-pemudanya yang gagah nan serius untuk kita pilih dan kita ikat dalam janji suci penuh ridho-Nya.

Yang penting, setelah putus kita harus komitmen menghindari maksiat agar Allah benar-benar memperbaiki keadaan calon jodoh kita. Dia, yang saat kita masih doyan pacaran masih blangsak, saat kita memilih hijrah pasti Allah juga akan membuatnya menjadi insaf. Kalimat jodoh adalah cerminan diri memang benar adanya. Mau apa pacaran lagi? Sakit hati lagi, kecewa lagi, trauma lagi? Lebih baik saat mulai dekat dengan lawan jenis, segera tanya apakah ada keinginan untuk berijab qabul dengan bapakmu. Kalau tak ada, ragu, atau bilang “Yaaa jalani aja dulu.” Siap-siap mulai cari cadangan. Insya Allah gak dosa kok. Kan gak pacaran 😆

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s