haram · islam · syariah · Tips

Cara Berhenti dari Agen Asuransi

Baiklah, karena banyaknya pertanyaan tentang cara berhenti jadi agen, maka akan ku jelaskan. Sesungguhnya, menjadi agen asuransi sama seperti bergabung dengan bisnis MLM. Mudah masuk, susah keluar. Kenapa? Sebab ada konsekuensi hubungan dekat kita dengan si perekrut akan renggang. Dan biasanya perekrut itu adalah teman kita juga. Aku sendiri pernah selama dua tahun tak berani mengontak leader yang selama menjadi jaringannya, aku selalu diperlakukan dengan baik.

Hampir tiap hari aku ditanya, bagaimana perkembangan prospeknya? Sudah ‘cerita’ ke berapa orang? Masih pengen meraih goal untuk sukses gak? Masih pengen merubah nasib kan?

Pertanyaan-pertanyaan itu sebetulnya menjadi tekanan tersendiri. Bagi orang sepertiku yang memang tak suka dikejar, aku pasti menjauh (karena aku lebih suka mengejar muehehe).

Terus, gimana cara keluar dari keagenan asuransi? Tentunya kita mundur teratur. Jujur, aku tak pernah berani bilang mau berhenti dari keagenan kepada para leader. Setiap diriku mulai kelihatan kendor, mereka selalu merangkul dan menyemangati. Dengan begitu, aku kembali bergairah dan urung mundur. Namun, saat tak bersama mereka aku selalu menyesal kenapa menjadi sosok pengecut yang tak berani mengungkapkan keinginan diri.

Akhirnya, waktu itu aku menjadi pasif di grup BBM (tahun 2013 BBM masih jaya boss 😁). Tak pernah lagi hadir pada training setiap hari Sabtu, dan mulai menghindari membalas chat dari leader. Mungkin mereka tau, gelagat orang yang akan mundur.

Aku tidak mendelcon atau memblokir kontak mereka. Hanya mendiamkan. Lama-lama, mereka tau bahwa aku telah menyerah. Dan sampai sekarang, tak ada yang menghubungiku lagi. Kecuali satu orang mantan leader yang ternyata telah sadar juga akan riba dalam asuransi.

Yah, intinya kalau memang bisa, katakan saja kalau kita mau mundur. Tapi biasanya mereka akan mempertahankan. Nah, dengan keadaan begitu maka ikut saja caraku. Menghilang bagai …. 😁

Yang jadi masalah adalah ketika kita mau mundur, tapi sudah ada beberapa nasabah yang direkrut. Untuk kasus ini, coba berikan semua nasabah kita nomer leader. Agar saat kita sudah keluar dari keagenan, nasabah akan menghubungi leader dan pertanggungjawaban kita akan di switch.

Ribet ya? Sungguh, pasti ada rasa bersalah karena kita tidak menuntaskan tugas mendampingi nasabah hingga selesai. Tanggung jawab sebagai agen asuransi adalah seumur hidup. Sebab dalam polis juga telah tercantum kontrak hingga nasabah meninggal dunia. Jadi, sebelum bergabung coba pikirkan dulu. Sanggup kah menanggungnya? Bisa konsisten sampai akhir hayat kita? Kalau ada pikiran mau keluar suatu saat nanti, JANGAN PERNAH JADI AGEN ASURANSI.

Tanggung jawab moralnya terlalu besar ☺

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s