Ceritaku · Pengalaman

Bikin Anak Tak Semudah Goreng Telor

Sejatinya, dalam kehidupan bersosial selalu saja ada orang-orang kurang pintar yang melontarkan komentar. Melihat pasangan belum punya keturunan, seenak jidat mereka nyeletuk “Kok gak hamil-hamil? Gak pinter bikinnya ya.” Siapa yang tak muntab mendengarnya? Padahal kalau dia pintar, dia akan tau bahwa mulut tajamnya baru saja mengiris perih hati seorang manusia. Jika ‘korban’ keganasan mulutnya itu berdoa buruk atas dirinya, maka Yang Maha Kuasa tak akan segan mengabulkan.

Perkara anak tak semudah menjemput rejeki. Kalau hari ini kita tak punya uang, dompet tipis, tabungan melompong, coba saja nguli di pasar atau bantu tetangga jualan minta upah. Setidaknya minimal 10 atau 20 ribu sudah di kantong. Bisa jadi makannya dikasih. Permasalahan beres.

Tapi anak?

Ada orang yang hamil dengan makan kurma muda. Ngikut. Ternyata gak hamil. Ada orang yang bisa hamil setelah minum vitamin E. Ngikut. Sama aja, belum hamil. Ada juga yang setiap bulan menjadwalkan hubungan tiap masa subur, sudah diikuti, tapi sama hasilnya. Nihil.

Anak adalah kuasa Allah. Karena yang bisa mempertemukan sel telur dan sperma hingga menjadi janin hanyalah Allah. Beda halnya kalau kita bikin telor ceplok. Tinggal ketok cangkangnya, goreng, kasih garam. Sajikan. Sedangkan anak?

Hanya Allah yang tau kapan kita diberi atau tidaknya. Orang-orang yang mudah hamil tak akan pernah tau lelah dan perihnya penantian. Yang sudah diberi pun jangan sombong. Hargai teman-teman kita yang masih menanti dan berikhtiar. Agar sejuk hati mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s