Pendidikan · Rumah Tangga

Anti Bokek Saat Lebaran

Adek yang tahun ini baru kerja mulai meratap. “Yah, lebaran nanti keluar duit banyak buat bagi-bagi sodara.” Lalu aku nyeletuk. “Emang gajimu berapa? Masih dikit kan? Keluarin aja sesuai kemampuan yang penting ikhlas. Dalam agama tuh jelas. Sedekah nomer satu ke diri sendiri dulu. Kalo bagi uang (sedekahnya) kebanyakan, terus kamu misqueen setelahnya, berarti kamu salah. Abaikan komentar orang dan sikap gak enakan.” Aku pun ingat tentang ayat yang pernah ku baca, dari bunyinya sudah jelas. Jadi orang jangan terlalu pelit, tapi jangan pula terlalu bermurah hati.

Pelit itu membuat kita tercela. Sungguh. Di kampungku ada orang yang dikucilkan saking pelitnya. Jaman dulu saat orang-orang nyumbang di hajatan 20 ribu, dia cuma memberi 5 ribu. Sekarang orang-orang ngasih 30 ribu, dia cuma 10 ribu. Berbagai acara yang sekiranya mengadakan bagi-bagi, dia gak pernah ikut. Bahkan ada orang mau minta daun di pekarangan rumahnya pun disuruh bayar. Akhirnya hukum sosial berlaku. Tetangga mulai menjauh dan dia terkucilkan.

Tapi, terlalu baik juga salah. Contohnya ada ustad bilang “Bapak ibu, kalo mau kaya, sedekahin apa yang bapak ibu bawa sekarang.” Breeettt kunci mobil diserahin. Giliran gak kaya-kaya, protes ke si ustad. Bilang itu penipuan. Aku suka ceramah Buya Yahya. Saat mau sedekah, pikirkan dulu kecukupan kebutuhan kita. Jangan terbawa nafsu. Amal yang disertai nafsu bukannya menentramkan justru mengecewakan. Mau niru sahabat yang bisa menyedekahkan sebagian besar hartanya? Come on maaan… Mereka itu derajat keimanannya lebih tinggi dibanding kita. Sedekah seluruh harta pun tak akan menerbitkan sesal di hati para kekasih rasul itu.

Soal bagi-bagi uang saat lebaran, aku juga tak begitu ambil pusing. Sebab tradisi di keluargaku, setiap gajian pasti bagi-bagi rejeki ke saudara. Bisa bulek, budhe, dan juga keponakan-keponakan yang masih kecil. Itulah mengapa saat lebaran aku tak memberi uang dengan nominal lebih besar dibanding bulan biasa. Aku ingin memberi contoh pada mereka, sedekah itu yang penting rutin tiap bulan jangan cuma setahun sekali.

Jadi, intinya sedekah paling utama adalah ke diri sendiri. Hindari pengeluaran jor-joran yang berakibat memiskinkan diri. Banyak loh, orang yang setelah lebaran justru ngutang sana-sini karena uangnya habis baik untuk belanja keperluan lebaran maupun dibagikan ke saudara. Harusnya saat lebaran dengan gaji ke-13, uang melimpah. Manfaatkan momen itu untuk bayar hutang. Bukannya malah nambah beban pikiran pinjam lagi.

Bagi yang berkeluarga, dilihat juga. Apakah istri dan anaknya akan cukup makan, jajan, dan jalan-jalan dengan sisa uang sekian setelah dipakai berlebaran. Kalau kurang, ya pikir lagi hal apa yang mesti dipangkas. Biar aman sejahtera keuangan keluarga. Nyatanya banyak kok orang yang setelah lebaran ngeluh duitnya habis. Salah sendiri dong, uangnya tidak dikelola dengan baik 😄

Gak perlu nampak kaya. Yang penting kebutuhan diri terpenuhi, keluarga tercukupi, sedekah bisa keluar, merata, dan paling utama adalah ikhlas. Camkan baik-baik, lebaran bukan momen pamer. Jangan sampai hanya karena ingin nampak sukses, kita justru jadi tongpes pasca lebaran.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s