Ceritaku · islam

Tumbangnya Mohammed Salah dan Kisah Lengsernya Khalid bin Walid

Waktu mendekati pukul empat pagi. Aku masih mengiris bawang di dapur untuk masak sahur ketika deru motor suamiku berhenti di depan rumah. Dini hari, dia pergi nobar final pertandingan bola karena tim kesayangannya sedang berlaga.

“Gimana hasilnya?” Tanyaku saat dia menemuiku di dapur.

“Kalah 3-1. Salah cedera soalnya.” Suaranya biasa saja, tak ada nada menggebu-gebu atau marah. Namun aku tau, selayaknya penggemar, pasti ada rasa kecewa melihat tim kesayangannya dihantam lawan.

Pikiranku melayang. Mendengar kekalahan tim yang dimotori seorang muslim bernama Mohammed Salah ini mengingatkanku pada kisah pedang Allah. Khalid bin Walid namanya.

Suatu saat, jenderal yang tak pernah terkalahkan dalam medan perang ini mendapatkan surat dari Umar bin Khattab. Isinya tentang pemecatan dirinya. Khalid merasa bingung, mengapa sahabat yang dicintainya karena Allah tega berbuat hal demikian?

Umar yang saat itu menjadi khalifah pun menjelaskan. “Wahai Khalid. Semua orang tau bahwa kau adalah sosok yang belum pernah sekalipun kalah. Setiap perang yang kau pimpin, kaum muslimin pasti merasakan kemenangan. Tak ada yang berani menyangkal bahwa kau memang sosok pejuang yang hebat.

Namun ketahuilah, saat ini semua orang sangat memujamu. Mereka tak lagi berpikir bahwa kemenangan-kemenangan yang kita raih adalah hadiah dari Allah. Oleh sebab itu, agar kau tak dipuja lagi oleh orang-orang, aku memecatmu. Demi Allah, aku ingin menghindarkanmu dari sifat sombong dan pengkultusan pada dirimu.”

Mendengar penjelasan Umar, sang pedang Allah itu pun menangis seraya memeluk khalifah ketiga itu. “Wahai sahabatku. Jika memang itu alasanmu, aku ridho. Aku akan mundur dengan senang hati. Terima kasih karena telah menyelamatkan imanku.”

Demikianlah. Kecintaan Umar pada sesama muslim dicerminkannya lewat tindakan penyelamatan iman. Itulah ukhuwah. Ada yang mulai nyambung apa hubungannya sama Moh Salah?

Saat ini, Salah terlalu dipuja orang. Bahkan yang tadinya tak suka klub asal Liverpool pun akhirnya mulai melirik sosok kelahiran Mesir itu. Apalagi, media selalu menulis kisah dirinya yang senantiasa solat, puasa, dan banyak kebaikan lainnya.

Adalah wajar, kalau Allah membiarkan Salah tidak terlalu bersinar tadi malam. Sebab pengkultusan itu tidak baik. Amat berbahaya jika hati Salah yang bersih akan ternoda oleh sifat sombong akibat banyaknya pujian yang mengalir padanya.

Coba bayangkan jika timnya menang dan Salah jadi man of the match. How terribble it would be for his iman. Semua orang di dunia akan semakin menyanjungnya. Allah selalu punya cara terbaik agar hamba yang beriman padanya tidak salah jalan. Kalau kita menganggap Moh Salah adalah sosok yang soleh, terimalah kekalahan tim dan cederanya pemain muslim ini.

Well, ini adalah tulisan, pengamatan, sekaligus analisa dariku. Seorang istri yang masih suka cerewet lihat suaminya bangun tengah malam nonton bola.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s