Uncategorized

Perawan-Perawan Telat Nikah bagian 1

Langit masih terang. Matahari yang bertengger di langit Bekasi amat gagah memancarkan cahayanya menembus dinding kaca di dalam food court itu. Di luar, suara bising kendaraan bersahut-sahutan. Apalagi kalau bukan karena angkot yang sering kelamaan ngetem di lampu merah.

Dari lantai dua ini, bisa dilihat pengunjung mal sedang berlalu lalang. Lebih banyak pengunjung yang masuk dibanding yang keluar. Hari ini weekend di awal bulan. Manusia yang mendatangi mal jumlahnya jauh lebih banyak dibanding hari biasa. Dan di mal yang sedang padat inilah, seorang gadis sedang merenungi nasibnya.

Gadis itu menatap ke luar. Tangannya bertumpu pada dagu. Terlihat lesu. Segelas iced lemon tea di hadapannya hanya tinggal separuhnya. Dia masih menunggu pesanan makanannya datang.

“Kapan kita nikah ya, Ci?” kata gadis itu pada seorang gadis yang duduk di hadapannya. Mereka memang janjian ke mal ini berdua. Nasya, nama gadis itu, sudah berteman akrab dengan Cici. Mereka sama-sama wanita karir dan menempati jabatan yang cukup baik di perusahaan.

“Emm pertanyaan yang susah dijawab, Na. Lo enak masih kepala dua. Lah gue dua tahun lalu lewat kepala 3, nek.” Cici menyesap cappucino float yang masih lumayan penuh. Sedari tadi, Cici memang lebih sering bermain hp dibanding menikmati minumannya.

“Lo tau kan si Reva sama Dinda. Mereka sekarang udah alim. Udah nikah. Padahal gue tau mereka dulu juga punya masa lalu yang gak baik. Apa kita musti berubah juga ya Ci kayak mereka?”

Cici tertegun. Benaknya kembali mengingat dua gadis yang disebutkan Nasya. Meski tak mengenal baik keduanya, Cici pernah mendengar cerita dari Nasya bahwa nasib kedua temannya itu tidaklah baik. Lalu, melalui Nasya lah Reva mengenal Dinda. Mereka jadi akrab.

Ketika Dinda memutuskan untuk berjilbab, Reva mengikutinya. Dinda akhirnya menikah dengan laki-laki yang dikenal cukup fanatik dalam beragama. Sedangkan Reva awalnya masih pacaran. Tak lama, Reva menikah dengan lelaki yang juga baik. Pernikahan mereka tak membutuhkan persiapan yang lama. Reva menikah, juga tak lama setelah hijrah.

Nasya tau itu. Tapi, dia belum bisa mengikuti jejak kedua temannya. Bahkan perlahan, dia mulai menjauhi mereka. Reva adalah seorang yang dia kenal melalui komunitas. Anaknya baik, manis. Nasya selalu iri melihat Reva. Hpnya canggih. Selalu up to date. Reva juga cerdas, peraih beasiswa fullbright dari kampusnya. Di saat Nasya harus jungkir balik kerja, Reva hanya sibuk dengan kuliahnya.

Oleh karena itu, Nasya memutuskan untuk kuliah juga. Dengan biaya sendiri. Karena orangtuanya tak mau membiayai. Di kampus itulah, dia bertemu dengan Dinda yang akhirnya membuat mereka dekat. Nasya merasa memiliki sosok kakak pada Dinda. Mereka juga sering pergi bersama. Dinda bukan orang yang membuat iri. Penampilannya biasa saja. Nasya selalu merasa lebih unggul dari Dinda. Dia merasa ‘aman’, oleh sebab itu Nasya menjadikan Dinda sahabat.

Layaknya teman dekat, Nasya tau bahwa Reva dan Dinda punya masalah. Dia sendiri merasa tidak bersih. Tetapi, kedua temannya itu memilih untuk berubah dan meninggalkan masa lalu yang kelam. Hingga akhirnya mereka menikah, tak lama setelah memutuskan untuk berubah. Berbeda dengan Nasya. Dia belum bisa meninggalkan lelaki yang membuat hatinya terjerat tanpa bisa melawan. Hingga saat ini, Nasya tak pernah bisa menyelesaikan masalahnya dengan lawan jenis.

“Sya! Woi, malah ngelamun” Cici mengibaskan tangannya di depan Nasya. Membuat gadis itu tersentak dari lamunannya. Cici kembali memainkan hpnya. Sesekali menyesap minuman berwarna coklat di hadapannya.

“Reva, Dinda. Beruntungnya kalian…” Nasya mendesah berat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s