Pendidikan · Uncategorized

Mendidik Anak : Ghibah? Gak Sudi Lah!

Malam merangkak naik. Celoteh anak-anak masih terdengar di ruang tengah. Aku terdiam sambil beberapa kali menguap lebar. Mereka memang hebat. Pagi berangkat sekolah, siang TPQ, sore main, malam hari masih bisa les dengan wajah sumringah. Bahkan kini mereka sedang seru bergosip. Kelas memang sudah berakhir. Ini adalah kloter terakhir yang belajar mulai pukul 19.00. Lainnya sudah ku ajar sejak siang.

Karena ghibahnya sudah keterlaluan (emangnya ada ghibah yang biasa aja?) maka aku pun memulai rapalan hadits yang pernah ku ingat.

“Ehm, bu epi mau kasih tau kalian soal hadits yang pernah bu epi baca dan selalu ingat. Jadi kata Rasul, nanti pada hari kiamat akan ada orang yang merugi. Mereka itu waktu hidup suka solat, ngaji, bahkan mungkin udah umroh dan haji. Tapi,, mereka waktu hidup juga suka ngomongin orang. Makanya pahala ibadah mereka semua habis dikasih ke orang yang mereka gosipin. Terus, dosa orang yang digosipin dikasihin ke yang suka ngomongin kejelekan orang.”

Bu epi sih gak sudi ya hasil ibadah bu epi dikasih gitu aja ke orang. Udah capek-capek ngaji, solat, puasa, eeeh pahalanya dikasihin aja ke orang. Gara-gara masalah sepele pula. Ngegosip”

Terlihat kengerian di wajah mereka. Aku tau, lima anak yang kini ku hadapi memang anak-anak baik. Mereka rajin solat dan ngaji selepas maghrib walau sorenya sudah sekolah TPQ. Perilakunya pun sopan. Aku tau aku juga pernah kecil dan heboh membicarakan kejelekan teman. Tapi dulu aku tak tau kalo itu dosa. Bahkan termasuk dosa yang amat merugikan (apakah ada dosa yang menguntungkan?). 😀

“Kalo gitu aku gak mau lagi ah ngomongin orang. Tapi gimana dong bu, abisnya si anu jengkelin banget sih”.

“Hemm ya udah, inget aja berapa banyak ibadah kamu. Emang rela pahalanya dibagi-bagi? Bu epi sih ogah ya.”

Malam bertambah hening. Agaknya, meski sudah menyibukkan diri dengan mengajar dan mengurangi aktivitas nongkrong di rumah tetangga, yang namanya ngegosip memang susah dihindari.

Kata suami : dengerin aja, yang penting kamu jangan ikutan.

Oke lah, better idea ✌

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s