Pendidikan · Pengalaman · Rumah Belajar

manusia Super Itu Disebut Anak-Anak

Bermain dengan anak-anak jauh lebih melelahkan dibanding bercinta semalaman. Mengapa? Ketika kita bercinta, setidaknya kita dan pasangan akan memiliki rasa lelah dan sepakat untuk sama-sama istirahat. Lain halnya dengan anak-anak. Pengalamanku bergaul dengan mereka, seringkali membuatku terbangun dengan badan pegal-pegal. Sebab mereka tak pernah ingin berhenti. Seolah tak punya rasa lelah.

Gambar di atas adalah caraku mengatasi energi mereka yang melimpah. Ketika aku lelah “meladeni”, aku akan meminta mereka untuk membaca. Lalu menyuruh mereka memperagakannya sebagai drama. Cara ini sangat efektif. Aku memakai waktu satu jam untuk mengajak mereka belajar pelajaran sekolah, dan setengah jam nya ku pakai untuk permainan. Ada pula yang bablas sampai dua jam dan marah-marah waktu diminta pulang ๐Ÿ˜€

Aku bersyukur, rumah kami ini selalu ramai celoteh anak-anak. 26 orang, dan kini ku batasi jumlahnya. Enggan rasanya menerima anak baru, tetapi suamiku melarangnya. Tak apa banyak anak ke sini, katanya. Doaku terkabul. Rumah yang besar ini tak lagi sunyi. Sayangnya, aku tau bahwa staminaku terbatas. Meski siang atau sore hari mereka datang ke tempatku, malamnya pasti datang lagi. Mereka baru mau berhenti datang ketika ku beri pengertian bahwa ada orangtua yang khawatir kalau anaknya keseringan main.

Iya, tapi itu hanya berefek dua atau tiga hari. Selebihnya? Tiada hari tanpa ke rumah Bu Epi. Begitu sepertinya slogan mereka.

Bercinta dengan pasangan halal dan bermain dengan anak-anak memang sama-sama baik. Ada pahala besar untuk setiap hubungan pada pasangan sah kita. Dan ada pula pahala bagi orang yang suka membahagiakan orang lain. Aku sadar, aku bukan manusia super yang bisa membahagiakan semua orang. Namun, saat ini aku memiliki mereka, anak-anak yang suka padaku.

Aku tak masalah menuruti permintaan mereka. Yang jadi soal adalah daya tahan tubuhku. Semoga aku bisa menemukan cara memiliki tubuh yang fit. Suamiku bilang “Kalo main sama mereka aja kamu capek, gimana nanti pas punya anak sendiri? Apalagi anak kita kembar lima”. Betul juga, ku pikir. Setelah haidku teratur, insya Allah kami akan program anak kembar. Walaupun sebetulnya entah berapapun yang Allah beri, kami pasti terima ๐Ÿ™‚

Baiklah, maaf kalau penggambarannya memakai kiasan yang sensual. Semoga bisa diterima dengan baik ๐Ÿ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s