Pendidikan · Pengalaman · Rumah Belajar · Uncategorized

Anak-Anak Pembawa Berkah

Rumah belajar utsman bin affan

Dalam perjalanan berdebu menyusuri pantura, aku teringat kejadian tahun lalu. Waktu itu aku dan suami sedang LDR. Aku di Subah bersama bapak mertua, sedangkan suami di Semarang, kerja di pabrik popok. Karena kondisi itulah, tiap hari aku menempuh perjalanan Batang-Subah dengan motor. Sendirian.

Tapi ternyata itulah jalan berkah bagiku. Allah memberiku keturunan. Aku masih sangat ingat jelas, saat melewati lubang-lubang dan jalan tidak rata di pantura, aku pasti memegang perut seraya bergumam “Nak, ibu tak tau apakah kau akan diberikan Allah atau tidak. Tapi kalau iya, tolong bertahanlah dengan segala goncangan di jalan ini. Kita akan ketemu kakak-kakak yang mau belajar sama ibu, Nak”.

Saat itu aku belum hamil. Namun, rutinitas itu selalu ku lakukan saat menjalankan tugas mengajar. Hingga Allah membuatku hamil sungguhan, aku masih naik motor ke Batang tiap siang dan pulang menjelang maghrib. Rutinitas ini ku hentikan saat perutku kesakitan dan bidan melarangku untuk bepergian jauh naik motor lagi.

Bimbang.

Aku bingung apakah harus berhenti mengajar dan istirahat di rumah demi kandunganku, ataukah tetap lanjut?

Atas saran bapak mertua, aku memilih istirahat seminggu dan kembali mengajar. Akan tetapi, aku tak lagi naik motor. Angkutan umum lah yang menjadi sarana bagiku dan anakku menyapa anak-anak yang ingin belajar. Pada saat itu, jumlah muridku mencapai 30 anak lebih, mendekati 40.

Aku memilih berhenti mengajar karena ikut suamiku ke semarang. Bagaimanapun juga, aku ingin menjadi istri yang berbakti. Selain itu aku juga sangat membutuhkan kehadiran suami di saat kehamilanku. Maka, aku pun mantab meninggalkan rumah belajar yang ku mulai di Tegalsari sejak tahun 2015. Aku menyerahkannya pada adikku.

Saat di semarang, aku mendapat laporan bahwa kegiatan belajar tak lagi bisa diteruskan. Anak-anak menginginkan aku untuk mengajar mereka dan tidak mau diganti oleh adikku. Sehingga, rumah belajar pun tutup. Kala itu namanya masih Rumah Belajar Miss Evi, sebab aku mendirikannya saat masih lajang 😀

Kini di tahun 2017, Allah memberikan berkah tersendiri bagiku. Tahun 2015 aku mengajar, Allah memberikanku pekerjaan dan gaji yang banyak di pabrik. Tahun 2016 mengajar, Allah memberikan suamiku pekerjaan setelah sekian lama menganggur plus anak setelah empat bulan menanti. Dan sekarang di tahun 2017, Allah memberikanku kesuburan. Aku kembali haid setelah 8 bulan lamanya tak kunjung keluar dan telah ikhtiar ini itu. Allah juga memberikanku dan suami kemudahan berbagai urusan.

Semua kegiatan belajar ini ku mulai di bulan yang hampir sama, 2015 dan 2016 di bulan Agustus, dan 2017 di bulan Juli tanggal 17. Semoga aku tak perlu memulainya lagi. Semoga 17-07-17 menjadi awal mula Rumah Belajar Utsman bin Affan hingga selamanya 😍

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s