Uncategorized

Tentang Aiko dan Janji Surga Untuknya

Aiko adalah nama anak pertama kami, setelah sebelumnya saya dan suami tau apa jenis kelaminnya. Dia saya lahirkan di usia 14 minggu, dengan bentuk gumpalan darah. Ada haru yang menyelinap di hati ketika mengingat putri pertama kami.

Waktu itu, saya selalu mengalami mimpi buruk. Di dalam mimpi, saya hendak dibunuh oleh orang yang belakangan saya tahu oknum pengirim sihir. Aiko datang menghalau dan mengajak saya bermain. Saya pun menuruti permintaannya.

Di dalam mimpi, hati saya bergumam. Ya Allah, alangkah cantiknya anak ini. Putih, mancung, matanya berbinar, dan sangat cerdas.

Lalu, anak kecil nan manis itu pamit. “Aku mau pulang. Aku mau bobo.”

Seketika saya terbangun. Darah mengalir deras disertai dengan gumpalan darah. Hati saya mendung. Kalut, mengingat kalimat terakhir anak kecil di dalam mimpi itu.

Saya ingin menelepon suami yang sedang kerja, tapi saya tahan sebab tak ingin membuatnya panik. Mata saya bersimbah air mata, bercucuran tiada henti.

Sore hari ketika suami pulang, saya langsung mengajaknya ke dokter. Dalam kondisi kepayahan, saya tanya pada tetangga kos di mana dokter kandungan terdekat?

Teman saya menunjukkan tempat praktek dokter Krisna di Jatingaleh. Saya dan suami pun segera meluncur ke sana.

Pukul 18.00, kami sampai di lokasi. Masih sepi. Akhirnya, saya dan suami memutuskan solat dulu. Selesai solat, kami kembali ke tempat tadi dan sudah ada sepasang suami istri. Hmm alhamdulillah, gakpapa lah jadi yg kedua walau tadi datang duluan 😃😃

Lama kami menanti. Antrian makin panjang, bahkan sampai ada yang pulang karena jam buka molor terlalu lama dari yang seharusnya.

Pukul 20.00 kurang, pintu dibuka. Rasa sakit yang mendera bagian bawah tubuh saya amat mencengkeram. Saya memandang suami, matanya sayu kelelahan. Tapi kami memutuskan menunggu dengan sabar.

Setelah sekian lama, kami dipanggil. Dokter melakukan USG, dan… Terlihat rahim saya kosong. Suami terlihat pias. Saya tabah, sudah duluan sedih ketika bangun tidur tadi.

“Anak kita sudah pamit padaku tadi. Dia anak yang sangat cantik. Dia juga baik, karena telah menyelamatkan ibunya dari gangguan jin. Tak sia-sia kita bacakan surah Maryam dan Yusuf untuknya setiap hari”

Suami saya terdiam. Menangis tanpa air mata.

Kalau bukan karena janji surga untuknya, saya pun pasti masih akan menangisi putri cantik kami.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s